Postingan

Menampilkan postingan dengan label Personal Development

Which Comes First? Position or Preparation?

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman saya dalam mempelajari leadership dari berbagai buku, tulisan, dan rekaman video/audio John C. Maxwell yang sangat menginspirasi saya untuk tidak pernah berhenti belajar dan belajar ( learning is the never ending process ). Artikel berikut ini saya kutip dari salah satu tulisan beliau di blog-nya (dapat Anda klik di sini ) mengenai position atau preparation . Semoga dapat menginspirasi kita untuk mau terus belajar dan mempersiapkan diri terlebih dahulu dalam memimpin ketimbang menunggu berada pada posisi sebagai pemimpin dalam suatu organisasi dan setelah itu baru mulai mencoba untuk mempelajarinya. Akhir kata, terima kasih dan selamat menikmati. Salam Excellent, Budi Andryan 

Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (Part II)

Pendahuluan Pada bagian pertama, kita telah membahas proses pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi dari segi konseptual dan praktis melalui pembagian kompetensi jabatan dan proses penyusunan elemen Core dan Technical Competency . Namun demikian, masih terdapat beberapa hal penting yang perlu kita ketahui agar proses pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi tersebut dapat mencapai tujuannya sehingga organisasi maupun orang-orang yang di dalamnya dapat merasakan manfaatnya. Pada bagian II ini, kita akan membahas mengenai bagaimana caranya melakukan pengukuran kompetensi jabatan dan proses penyusunan program pengembangan kompetensi karyawan berdasarkan hasil pengukuran tersebut, baik melalui program training, coaching , dan atau counseling karyawan hingga proses penyusunan program karir karyawan. Proses Pengkuran Kompetensi Jabatan Pembentukan Tim Kerja Salah satu tujuan disusunnya kebijakan tentang pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi adalah seb...

Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (Part I)

Pendahuluan Jika Anda adalah pengajar, profesional, konsultan, atau mahasiswa/i yang sedang menggeluti bidang Human Resources Management (HRM) atau yang lazim disebut dalam bahasa Indonesia dengan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) ini, mungkin pernah atau setidaknya mengenal istilah kompetensi dalam proses pengelolaan sumber daya manusia baik itu di lingkungan organisasi perusahaan, pendidikan, maupun beberapa organisasi lainnya yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Kompetensi sebagai sebuah konsep telah dikembangkan di berbagai jenis industri dan organisasi dalam melakukan pengelolaan sumber daya manusia terlebih untuk menerapkan prinsip t he right man, on the right place, at the right time, and on the right job . Untuk itu, sumber daya manusia dalam organisasi harus dipandang sebagai faktor utama dan diperlakukan sebagai aset yang mendapatkan porsi prioritas yang paling kritis. Karena manusia adalah satu-satunya faktor yang menggerakkan roda organisasi dan sebagai...

Hukum Newton, Faktor Diri, dan Lingkungan

Gambar
Apa yang terlintas di benak Anda ketika melihat persamaan di atas? Ya, Anda benar, Hukum Newton. Tepatnya lagi Hukum Newton II yang menyatakan bahwa: “Jika suatu gaya total bekerja pada benda, maka benda akan mengalami percepatan, di mana arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya” Saya memperkirakan ada beberapa di antara Anda yang agaknya kurang menyukai ilmu ini. Apakah karena terkesan sulit, tidak menarik, rumit, atau mungkin agak membingungkan. Namun, pada kesempatan ini kita tidak akan membahas Hukum Newton I, II, dan III seperti ketika Anda sedang belajar ilmu Fisika pada masa-masa sekolah menengah. Jadi, lanjutkan saja membacanya karena saya hanya menggunakan kerangka berpikir Newton tersebut ke dalam konteks tindakan-tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mencapai tujuan hidup Anda. Lantas, apa hubungannya Hukum Newton II tersebut dengan pencapaian tujuan dalam hidup? Baiklah, mari kita mulai.

Mati atau Berbicara?

Masa sih kebanyakan orang lebih memilih mati daripada harus berbicara di depan umum? Buktinya adalah kebanyakan orang ketika diminta untuk tampil dan/atau berbicara di depan umum, bereaksi dengan cara menepukkan telapak tangan ke dahi sambil berkata, "Mati aku!" Apakah kita memang lebih memilih mati ketimbang harus tampil dan/atau berbicara di depan umum? Bagaimana dengan Anda?

Understanding Mindset

Pada bagian ini kita akan membahas lebih dalam tentang mindset yang merupakan faktor kunci bagi kita untuk menjadi pribadi yang optimis, berpengaruh, dan tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan untuk menggapai impian. Mengapa mindset? Karena mindset adalah dasar kita untuk bersikap dan berperilaku. Jadi, untuk mengubah sikap dan perilaku, kita harus langsung menuju ke akar masalahnya. Setuju? Oke, let’s start ! Anda mungkin sering mendengar istilah mindset atau pola pikir, namun apakah sebenarnya mindset itu? Bagaimana peranannya dalam membentuk sikap dan perilaku? Mengapa mindset sangat penting? Dan segudang pertanyaan lagi yang mungkin akan muncul terkait dengan mindset . Kita dapat melihat bahwa banyak sekali tulisan dan perbincangan yang membahas mengenai mindset dan dikaitkan dengan sikap dan pola perilaku seseorang, terutama untuk mencapai kesuksesan dan beberapa di antaranya juga membahas mindset yang keliru sehingga menjadi penghambat dalam proses pencapaian...

Menata Ulang Mindset

Mengikuti perjalanan sejarah manusia sejak dimulainya masa pengenalan akan ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita bahwa telah terjadi perkembangan yang sangat luar biasa. Diawali dari keingintahuan manusia dengan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana (mengapa, bagaimana, apa, siapa, dan dimana?), hingga pada tindak lanjut untuk menemukan jawaban-jawaban yang tersembunyi di baliknya. Hal ini merupakan kemampuan alami yang hanya dimiliki oleh manusia yaitu berpikir.   Sesuai dengan judulnya, tulisan ini tidak membahas proses berpikir manusia, namun lebih menekankan pada pertanyaan “apa yang ingin kita lakukan dengan pola pikir yang kita miliki selama ini, memperkuat atau menata ulang?”   Kesadaran dan Hubungan Baik   Berbicara mengenai pola pikir atau yang banyak juga dikenal dengan mindset ataupun kumpulan belief , ternyata kita membahas apa yang sesungguhnya ada di dalam diri kita sendiri. Dengan adanya mindset ini, manusia merasa lebih tenang dalam menjalani keh...

Strategi Sukses

Setiap orang meyakini bahwa untuk mencapai sukses kita harus mau terus berusaha dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Kesuksesan merupakan tujuan setiap orang, terlepas dari “sukses” seperti apa yang ingin dicapainya. Ada orang yang ingin sukses dalam karier/pekerjaan, keuangan, profesi, pernikahan, mendidik anak, bahkan sukses dalam melakukan kejahatan (seperti korupsi, menipu, dll). Tapi untuk contoh yang terakhir ini tidak perlu ditiru, lho . Untuk mencapai sebuah kesuksesan, tentu diperlukan perencanaan yang matang dan dilanjutkan dengan usaha yang disertai dengan fokus, dan pada akhirnya evaluasi terhadap hal-hal yang telah dilakukan tersebut. Namun, seperti apakah sukses itu? Mengapa ada orang yang keliru dalam mendefinisikan kesuksesannya? Apakah diperlukan strategi untuk mencapai sukses? Apa sebenarnya perbedaan kesuksesan dengan keberuntungan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang akan kita bahas terkait dengan kesuksesan.